Pindah alamat yah!!!

Posted in 1 on September 26, 2009 by dirgantara

Mau pindah alamat neyh…udah ga sreg lagi sama nama blog saya ini….thebelogers.wordpress.com

sekarang pindah ke alamat saya yg ini yah http://www.sigilahoror.wordpress.com

blog baru ini ga bakalan beda sama blog yg dulu cuma ganti nama saja dan tentunya horor, setan dll akan dominan menghiasi…

langsung aja yah….

….masuki dunia horor saya….

Hi Hi Hi Hi Hi Hi Hi Kuntilanak mode: on

Rumah Dara (Macabre): Film slasher asli Indonesia

Posted in Catatan Hiburan, Catatan Menakutkan, Horor,Thriller with tags , , , , , , , on September 21, 2009 by dirgantara

Oktober nanti, ada satu film horor yang sepertinya akan menjadi Box Office di Indonesia. Horor yang ditampilkan kali ini berbeda sekali dengan film horor sebelumnya dimana banyak menampilkan sosok hantu dalam filmnya. Film ini tidak akan memperlihatkan ketakutan akan hantu tetapi membangkitkan rasa takut terhadap keluarga pembunuh. Film bergenre Slasher horor movie ini diberi judul Rumah Dara karya The Mo Brother. Film yang awalnya diberi judul Macabre dan berubah menjadi Rumah Dara ini merupakan versi panjang film “DARA” di seri kompilasi TAKUT. Sebelumnya, The Mo Brother menyajikan film ‘Dara’ dalam sebuah film kompilasi horor “Takut” yang membuat Dannish meraih best Actress di Puchon film festival.

9432_1119705108130_1092116964_30286426_2658908_n

Rumah Dara sendiri menceritakan pengalaman paling mencekam 6 orang teman lama.

Adjie dan Astrid, pasangan yang baru saja dikarunia anak bernama Nico pergi ke Bandung bersama tiga orang temannya Jimmy,  Eko dan Alam. Mereka pergi ke Bandung untuk berpamitan dengan Ladya, adiknya karena Adjie dan Astrid akan pergi ke Australia dan memulai hidup disana.. Hubungan Adjie dan Ladya sebenarnya kurang harmonis semenjak kematian orang tua mereka. Dengan usaha keras, Adjie pun berhasil membujuk Ladya dan mau mengantarkannya ke Bandara. Saat menuju bandara, mereka menemukan seorang wanita bernama Maya yang sedang mengalami musibah perampokan. Mereka pun mengantarkan Maya ke rumahnya.

Disana, mereka disambut baik oleh penghuni rumah. Seorang gadis anggun bernama Dara dan menawan mempersilahkan menikmati makan malam yang telah disediakan. Disinilah pengalaman buruk 6 orang teman lama dimulai. Kebaikan hati penghuni rumah menjadi awal bencana di hari kelam itu. Mereka pingsan setelah menyantap makanan  tersebut dan mendapati diri mereka terkurung ketika tersadar.

Kebaikan hati, kemurahan hati dan senyum manis berubah drastis di keluarga tersebut. Mereka menjadi pembunuh yang keji. Keenam orang tersebut terjebak dalam situasi mencekam dimana satu persatu mereka dibantai secara sistematis. Mereka harus berjuang melarikan diri dari rumah berdarah tersebut. Akankah mereka berhasil? Siapakah Dara dan keluarga tersebut? pertanyaan ini akan terjawab jika kalian menonton utuh film ini.

Film yang saya denger-denger akan direlease pertengahan Mei ternyata diundur menjadi Oktober (masuk akal sih, karena Oktober identik dengan releasenya film bertema Horor) Film ini dibintangi oleh artis/aktor kawakan. Ada Julie Estelle, Shareefa Daanish, Ario Bayu, Sigi Wimala, Mike Muliardo, Imelda Theriine, Arifin Putra, Dendy Subangil dan Daniel Mananta.

Saya salut dengan the Mo Brother berani menyajikan sebuah genre Horor yang berbeda dan tidak terjebak dengan film-film horor belakangan ini yang kebanyakan menampilkan kemolekan tubuh seksi. SEMANGAT dan tetap berkarya. Semoga film ini bisa menyamai kualitas film horor Thailand dan Jepang bahkan Holywood. Maju terus horor Indonesia.

info lebih lanjut kunjungi:

Macabre the movie blog

Linuh/Gempa mengguncang Bali

Posted in Catatan harian on September 19, 2009 by dirgantara

Ntah kenapa saya bangun pagi sekali hari ini(19 September 2009), padahal kemarennya saya begadang sampai jam 3 pagi ngerjain proyek poster…Pagi ini saya bangun jam setengah 7 pagi langsung hidupin komputer ngelanjutin coloring poster yang kemaren sudah ditrace dengan badan super bau (kemarennya ga mandi sih..kebiasaan buruk kalau sudah keasyikan gambar lupa mandi dah). Mencium bau badan udah kayak bangke, langsung saja saya mandi… Baru sampai kamar mandi dan akan membuka celana, sebuah getaran dasyhat mengguncang kamar mandi…

GLEJEK!!! LINUH…LINUH…LINUH!!! HIDUP…HIDUP…HIDUP!!! teriak keluarga saya.

EKA dije…eka dije(eka dimana)? terdengar ibu manggil-manggil saya. Saya langsung keluar dari kamar mandi tanpa memikirkan apa-apa lagi, yang ada cuma selamatkan diri (untung waktu itu belum telanjang bulat). Linuh atau Gempa yang berlangsung kira0kira 10 detik pagi tadi sungguh dashyat. Bale Dauh saya terlihat bergoyang, saya takut bale-nya bakalan roboh. Semua penghuni rumah telah berada di halaman. Duduk, diam, bengong dan tentunya berdoa semoga kejadian yang lebih gawat tidak terjadi.

Setelah sedikit reda, saya mau melanjutkan mandi saya tapi ga diperbolehkan dulu sama bapak, takut akan ada gempa susulan. Gempa masih terasa sih, tapi hanya sebentar. Setengah jam kemudian setelah dipastikan tidak akan terjadi gempa susulan, saya pun melanjutkan. Perasaan was-was menghantui mandi saya, takut gempa mendadak terjadi lagi. Kira-kira pukul 10-an, gempa terjadi lagi tapi tidak sebesar getaran pertama, hanya saya sama adik saya yang kebetulan tidur-tiduran yang ngerasain, keluarga yang lain diem-diem aja.

Menurut berita di televisi, Gempa yang terjadi tadi pagi berkekuatan 6,4 SR dengan pusat gempa 100 KM tenggara Nusa Dua pada kedalaman 34 KM. Gilaa…6,4 SR saja gempanya sedashyat itu apalagi 7, 3 SR seperti yang gempa yang terjadi di Jawa Barat mungkin dampaknya akan sama seperti di Jawa Barat. Berdoa saja, semoga kejadian yang terjadi di Jawa Barat tidak terulang lagi dan semoga Ida Sang Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita, Bali khususnya dan Indonesia umumnya.

jujur, saya masih takut tidur ntar malam…

Lirik Lagu KONTAK JODOH

Posted in Catatan Hiburan on September 14, 2009 by dirgantara

Tau NAIF kan? Itu lho Band yang digawangi David (Vokal), Jarwo(Gitar), Emil(Bass) sama Pepeng(Drum). Band yang terbentuk pada tanggal 22 Oktober1995  ini sudah menelurkan 8album. Album pertama dengan judul NAIF pada tahun 1998, kedua bertajuk JANGAN TERLALU NAIF (1998), terus TITIK CERAH (2002), lanjut THE BEST (2005), RETROPOLIS (2005), TELEVISI (2007), LET’S GO (2008) yang dibagikan gratis sebagai bonus majalah Rolling Stones Indonesia terus yang terakhir NIGHT AT SCHOUWBURG dan sekarang sedang persiapan untuk album selanjutnya PLANET CINTA. Satu yang membuat band ini bagus…bandnya punya karakter yang beda seperti halnya band idola saya The Changcuters. Lagu-lagu Naif sangat sederhana easy listening tetapi tidak kacangan dan selamanya abadi contoh Mobil Balap atau Possesive (kalau denger lagu ini pasti hafal). Lagu Naif liriknya kebanyakan saya banget contohnya lagu Kontak Jodoh liriknya saya banget, yang sekarang sedang berusaha cari jodoh…hahaha

berikut liriknya:

Aku pria simpel, yang tidak macam-macam

Hidup yang lurus-lurus, jujur dan setia

Baik dan bijaksana, mapan dan bersahaja

Sehat dan jauh dari narkoba

**

Kumencari seorang gadis, yang cantik juga manis

Rambut panjang dan lurus, penyayang dan setia

Sabar dan sederhana, menerima apa adanya

dan siap untuk hidup sederhana

reff:

Kalau jodoh kita pasti kan berjumpa…

Kalau tak jodoh kita hanya jadi kawan…

Kalau jodoh kita pasti kan menikah…

Karena jodoh takkan lari kemana…

back to **

NGABEN: bentuk bakti terhadap orang tua (Pitra Yadnya)

Posted in Catatan harian on September 9, 2009 by dirgantara

Ngaben adalah cara pembayaran utang/persembahan suci kepada leluhur (Pitra Yadnya) yang kemudian dilanjutkan dengan upacara memukur. Saya menulis ini karena saya ingin berbagi pengetahuan tentang Upacara Ngaben di Bali kepada masyrakat terutama yang non Hindu.
Adapun rangkaian upacara Ngaben atau tata cara Atiwa-tiwa:
1.    MEPENDEM

Ketika keluarga ataupun orang tua kita menghembuskan nafas penghambisan (Wau Lampus) jenazas dibaringkan sedemikian rupa di Bale agar terhindar dari penglihatan mengerikan dan terhindar dari bau busuk. Jenazas dimandikan oleh pihak keluarga terlebih dahulu, secara simbolis diukup dengan air Cendana kemudian diatur tempatnya secara wajar ditutupi kain.
2.    Nyiramang Layon (memandikan jenazah)
Sebelum upacara Nyiramang Layon dilakukan, Warga Banjar laki-laki melakukan kegiatan Metektekan di Bale Banjar setempat. Setiap warga Banjar wajib turun/ikut serta membantu keluarga duka membuatkan sarana upacara Nyiramang Layon seperti Asagan, Klakat sebagai alas banten, Peti, Ante (kre Bambu) dan perlengkapan lainnya seperti tali temali yang kemudian dibawa ke rumah duka. Upacara Nyiraman Layon diawali dengan menurunkan jenazas/Sawa dari Bale ke Asagan (tempat memandikan jenazas) yang dilanjutkan memandikan jenazas oleh Warga banjar sesuai dengan tata cara adat di Bali. Setelah dimandikan, jenazas diletakkan dalam peti di Bale.
3.    Ngajum
Ngajum adalah menusukan jarum yang telah disediakan pada kajang yang merupakan simbul dari orang yang diaben yang dibuat dari uang kepeng (pis bolong) yang menyerupai bentuk manusia lengkap dengan pakaiannya. Hal ini menandakan memberi hormat kepada roh leluhur yang diaben agar mendapatkan sorga.
4.    Pengutangan/mekutang
Pengutangan merupakan puncak dari rangkaian upacara Ngaben ini. Pada hari ini jenazas/sawa akan digeseng/dibakar. Ada tatanan secara etika waktu pemberangkatan jenazah yang disebut dauh pitara( 13.00-15.00) sebagai berikut: jenazah diangkat oleh sanak saudara dari Bale yang kemudian diserahkan oleh pihak keluarga ke karma banjar. Kemudian jenazah diusung ke setra/kuburan menggunakan pepaga atau wadah. Pada perempatan atau pertigaan, jenazah yang diusung berkeliling tiga kali ke arah kiri/berlawanan arah jarum jam setelah sampai di setra (pemuunan) lagi berjalan mengelilingi pemuunan ke arah kiri sebanyak tiga kali.  Hal ini bertujuan secara etika kita memohon ijin serta mempersembahkan beras krure (beras kuning lengkap dengan uang bolong) ke hadapan Ida Bhatara yang linggih di perempatan/pertigaan tersebut, sehingga perjalanan dapat berjalan lancer dan selamat.
Sesampainya di Setra, jenazah diletakkan pada tempat pembakaran yang disebut pemalungan dan dilanjutkan dengan penggesengan/pembakaran mayat yang dilakukan sesuai tatanan upacara di Bali. Perlu diingat selama sawa digeseng, tidak wajar bila dianiaya, dipotong-potong dan sebagainya. Biarkan terbakar pada saatnya. Setelahi jenazah menjadi abu, pungut sekedar abu. Tiap keluarga wajib memungut abu sebagai bentuk pembayaran utang kepada leluhur. Abu tersebut ditempatkan pada payuk anyar, tuangkan air kumkuman. Abu diuyeg sampai lumet kemudian setiap sanak keluarga memasukkan ke dalam kelapa gading yang telah dikasturi kemudian diwujudkan dalam bentuk Puspa Asti. Abu lainnya direka seperti bentuk manusia dan dipasangi kewangen (ngereka). Upacara dilanjutkan yang dipimpin oleh seorang Pandita. Setelah seluruh sanak keluarga memberikan pemujaan terakhir baru dilakukan upacara nganyut ke Segara. Setelah ini upacara ngaben sudah dikatakan selesai.
Penjelasan di ats ini berdasarkan beberapa buku koleksi kakek saya yang kebetulan Mangku Dalem, jadi beliau punya beberapa buku mengenai tata cara pengabenan di Bali beserta mantranya. Mungkin penjelasan di atas tidak selengkap buku, hanya rangkuman mengenai rangkaian upacara pengabenan di Bali. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca yang ingin tahu tentang Ngaben walau tidak lengkap.

MEMUKUR

Posted in Catatan harian on September 5, 2009 by dirgantara

“KA…Bangun udah jam setengah 4 pagi!!!” teriak meme (ibu) membangunkan.

“Huahemmmmmmmm….ya me.” jawab ku.

Itulah awal kehidupanku hari ini. Sebenarnya tidurku masih belum sempurna hari ini, enggan untuk bangkit dari tempat tidur dan memotong mimpi indahku malam ini. Mengingat kalau pagi ini harus ke Grya Timbul, Sanur mengikuti upacara Ngeseng Sekah/Pralina Sekah rangkaian upacara Penileman/memukur/nyekah, saya pun memaksakan diri untuk bangun.  Kumpi (lebih tua dari nenek) saya dari keluarga Ibu ngiring memukur di Grya timbul Sanur.

Penileman/Memukur/Nyekah merupakan rangkaian dari upacara ngaben. Biasanya dilakukan sebulan sesudah upacara ngaben. Upacara memukur ini memakan biaya yang cukup besar maka dari itu dilakukan secara massal dan keluarga Sulinggih sebagai tuan rumah. Orang-orang biasa seperti saya biasanya Ngiring atau ngikut supaya tidak terlalu mengeluarkan biaya banyak. Upacara memukur  merupakan salah satu jenis Upacara Atma Wedana karena yang diupacarai adalah Atma. Tujuannya adalah melepaskan atma dari ikatan suksma sarira.

Adapun rangkaian upacara terkait dengan upacara Mamukur ini.

  •  Nuasen Karya

Nuasen karya sebenarnya wajib dilakukan di setiap kegiatan keagamaan di Bali. Nuasen Karya merupakan awal dari semua kegiatan keagamaan di Bali. Bahkan membentuk sebuah sekeha Gong di Bali pun harus diawali dengan Nuasen. Menurut e-banjar.com, Upacara Nyekah diawali dengan nanceb (memasang) Sanggah Pekideh, yaitu sanggah cucuk yang diletakan di masing-masing pura kahyangan tiga, banjar, perempatan, dan tempat-tempat yang dianggap perlu kemudian dilanjutkan dengan upacara Netegan.

  • Ngingsah, Melaspas Bale Peyadnyan, Ngangget Don Bingin.

Setelah dilakukan upcara Nuasen Karya, beberapa hari berikutnya dilakukan upacara Ngingsah dimana bertujuan untuk menyucikan bahan-bahan terutama beras yang akan dipakai sarana Upacara dan dipimpin oleh Sulinggih. Kemudian dilanjutkan dengan melaspas bale Peyadnyan dan Wukur/Bukur. Bale Penyadnyan adalah tempat untuk meletakkan simbol-simbol Atma (Puspa) sedangkan Bukur/Wukur adalah sarana untuk membawa Puspa tersebut ke Segara pada acara puncaknya. Melaspas Bale Peyadnyan disini berarti menyucikan, memberikan jiwa atau roh sehingga bisa digunakan sebagai Bale Peyadnyan. Begitu juga dengan melaspas Bukur, disucikan dan dimohonkan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi sehingga Bukur tersebut bisa digunakan sebagai sarana upacara.

Sore harinya disambung dengan upacara ngangget Don Bingin (Daun Beringin). Pohon Beringin bagi umat non Hindu dianggap sebagai sarangnya makhluk halus, tapi bagi umat Hindu Beringin merupakan pohon yang sangat disakralkan. Pohon Beringin yang dipakai tidak sembarangan biasanya pohon beringin yang digunakan adalah yang tumbuh di Areal pura dan sudah diupacarai sebelumnya. Biasanya dilakukan dengan mepeed/beriringan dari Bale Peyadnyan ke tempat upacara ngangget don Bingin. Ada dua jenis daun yang dicari. Daun yang saat jatuhnya tengkayak (menengadah) sebagai simbol Predana(perempuan) sedangkan daun yang jatuhnya melingeb (telungkup) sebagai lambang Purusa.(laki-laki). Setelah itu kembali ke Bale Peyadnyan, ada juga yang langsung ke rumah masing-masing bagi yang ngiring.

  • Ngulapin ke Segara, Ngajum Sekah

Keesokan harinya dilakukan upacara ngulap ke segara yaitu memanggil kembali roh atau atma yang sebelumnya pada acara Ngaben kita kembalikan ke alam untuk diupacarai. Setelah itu dilanjutkan dengan Ngajum Sekah yaitu membuat simbol dari pada atma yang akan di upacarai dilakukan oleh seorang Pandita atau Ida Bagus yang dibuat dari batang pohon dapdap dihias dengan bunga medori putih, dan di taruh di atas bokoran. Berbeda dengan ngajum saat Ngaben.

  • PUNCAK ACARA

Setelah semua acara diatas dilakukan barulah dilakukan Puncak Acara. Ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan pada puncak acara ini. Pada acara Purwa Daksina ini, semua Puspa (simbol Atma) mengitari Bale Peyadnyan sebanyak tiga kali mengikuti arah jarum jam yang dituntun  seekor sapi. Mungkin sapi tersebut bertujuan menuntun Atma kita nanti dimana diketahui Sapi merupakan hewan suci agama Hindu dimana merupakan sthana Dewa Siwa. Terus malam harinya dilakukan upacara meecan-meecan. Keesokan paginya, dilakukan upacara Pralina sekah/ngeseng sekah dan kemudian dilanjutkan dengan upacara nganyut ke Segara.

Belum selesai sampai disana karena masih ada rentetan acara berikutnya yaitu Nyegara Gunung dan mepinton ke pura-pura besar di Bali. Baru kemudian Atma tersebut bisa dilinggihkan di merajan atau sanggah kemulan.

Dan Semoga Kumpi bisa kembali ke CAHAYA…Astungkara

Kira-kira seperti itu. Kalau ada yang salah bisa diperbaiki.

Horror fight: Jepang VS Thailand VS INDONESIA

Posted in Catatan Pikiran, Horor,Thriller on September 3, 2009 by dirgantara

Beberapa hari terakhir ini saya bisa dibilang keseringan mereview film bergenre horor. Ya horor memang genre film yang paling saya sukai meski saya takut sama hantu tapi entah kenapa selalu ketagihan pengen nonton film horor. Film horor pertama saya itu Nightmare on the Elm Street dengan tokohnya yang terkenal, Freedy Krueger. Terus mulai ketagihan horror sejak nonton film Ju-On yang sudah diremake Hollywood dengan judul The Grudge. Film Jepang inilah yang buat saya suka sama Horror yang kemudian berlanjut mencari film-film horor terutama horror Asia.

Bicara mengenai film Horror, saya mencoba membandingkan film horror Jepang, Thailand dan Indonesia. Jepang dan Thailand sudah dikenal dunia sebagai pembuat film horror dimana beberapa film horror mereka sudah diremake Hollywood. Dari Jepang yang saya tahu ada 3 film horor sudah dibuatkan versi Hollywood, Ju-On (The Grudge versi Hollywood), The Ring, sama One Missed Call. Thailand sendiri baru satu film horonya yang diremake yaitu The Eye yang diperankan Jessica Alba di versi Hollywoodnya. Sedangkan Indonesia, mungkin harus sedkit bersabar.

Jika membandingkan film horor dari ketiga negara tersebut, dari segi menyeramkan dan penampilan hantunya Indonesia masih bisa dibilang berada di atas Jepang lebih sedikit dan dibawah Thailand. Hal ini karena secara garis besar penampilan hantu ketiga negara tersebut hampir sama (memakai gaun putih, muka pucat, rambut panjang tergerai). Tapi secara kualitas dan konsep cerita, Jepang masih menduduki peringkat pertama menyusul Thailand dan terakhir Indonesia.

Dimulai dari horor Jepang. Cerita yang ditampilkan horor Jepang unik dan kebanyakan film Horor Jepang yang saya tonton tampilan tidak segelap horor Indonesia. Bahkan hampir sebagian besar latar waktunya siang hari. Aneh memang, film horror tapi latar waktu siang hari dan Penampilan hantu Jepang pun kalah sedikit sama hantu Indonesia, sosok hantu yang terkenal dari horor Jepang adalah Sadako dalam The Ring dan hantu anak kecil dalam Ju-On. Yang saya tangkap dari film horor Jepang adalah sutradara disana menjual cerita yang menakutkan daripada penampilan hantunya. Penonton seakan diajak memikirkan jalan ceritanya, menebak siapa sebenarnya Hantu itu dan sering sekali apa yang kita sangka dari awal akan sangat berbeda di akhir cerita. Backgorund musiknya pun begitu sepi dan hening, membuat kita semakin tegang dengan ceritanya.

Sedangkan Horor Thailand menurut saya merupakanperpaduan antara horor Jepang dengan Indonesia. Penampilan hantunya lebih menyeramkan dari hantu Jepang dan Indonesia. Dari beberapa film horor Thailand yang saya tonton (Alone, Shutter, 4bia, The House, Art of the Devil), sutradara Thailand menampilkan sisi cerita plus penampilan hantunya dengan tetap menyertakan kebudayaan khas Thailand. Desain lingkungan atau background yang diperlihatkan horor Thailand lebih gelap dari Jepang.

Kemunculan genre horor Indonesia yang akhir-akhir ini begitu meledak tidak bisa dipungkiri karena berhasilnya film Tusuk Jelangkung. Film ini bisa dibilang cukup menyeramkan, mungkin karena cerita film ini masih dibilang segar. Tapi setelah itu, kualitas film horor Indonesia sedikit kurang. Bisa dibilang kurang terutama dari segi konsep cerita (kalau segi menyeramkan cukuplah). Kebanyakan cerita yang disajikan disini hampir bisa dibaca endingnya sekalipun kita tidak nonton sampai habis. Kalau tidak semuanya mati, ada satu dua yang masih hidup dan pasti ada ceweknya. Ceritanya hampir sama di setiap film, sekelompok pemuda dikejar hantu kemudian mencari asal-usul hantu tersebut. KLISE. Selain itu, adegan SEKS dan dugem selalu menghiasi film Indonesia. Pemainnya juga itu-itu saja, kalau tidak JUPE ya Dewi Persik lah yang main. Makanya film horor Indonesia tidak ada yang diremake Holywood. Satu film horor baru yang saya tunggu adalah KERAMAT by Monti Tiwa, dimana teknik kameranya berbeda dari film horor sebelumnya (semi dokumenter).

Semoga bisa jadi referendi anda kalau mau nonton film horror ASIA. Jadi pilih mana Thailand, Jepang atau Indonesia?

Trailer talk: PHOBIA 2

Posted in Catatan Hiburan, Catatan Menakutkan, Horor,Thriller on September 1, 2009 by dirgantara

Shutter, Alone, The Eye…film-film tersebut adalah film horor yang membuat saya semakin ketagihan untuk menikmati film-film produksi negeri gajah putih. Belakangan terdengar kabar bahwa sekuel (bukan sekuel sih karena nggak ada hubungan sama sekali dengan film 1) dari 4bia ini, judulnya Phobia 2. 2 Sutradara yang membesut Shutter dan Alone bersiap kembali menebarkan kengeriannya ditambah beberapa sutradara nama baru dalam kancah perHOROAN Thailand. Read more »

Love Phobia: ketika seseorang takut jatuh cinta

Posted in Catatan Hiburan, Drama, Komedi on August 31, 2009 by dirgantara

Director: Kang Ji-eun

Starring: Kang Hye-jeong, Jo Seung-woo, Kang Shin-ill, Lee Jay-yong, Jeong Seong Hwa, Park Shin-hye

Genre: romantic comedy, melodrama, romance

Read more »

4Bia: empat ketakutan dalam satu film

Posted in Catatan Hiburan, Horor,Thriller on August 29, 2009 by dirgantara